
Di dunia terdapat ± 3.500 jenis serangga kecoa (ordo Blattodea) yang hidup secara cosmopolitan dan banyak ditemukan di lingkungan perumahan, gedung pabrik maupun perkantoran. Kecoa menyukai tempat hidup yang tersembunyi, sempit, kondisi lembab dan kotor (di balik retakan dinding / lemari, dekat dengan saluran air, kamar mandi, dll), serta memiliki lokomosi yang sangat cepat.
Jenis-jenis kecoa yang umum diketahui antara lain : German Cockroach (Blatella germanica) ; American cockroach (Periplaneta americana) ; Oriental cockroach (Blatta orientalis); Brown-banded cockroach (Supella longipalpa) ; Australian cockroach (Periplaneta fuliginosa); dan Brown cockroach (Periplanetabrunnea) . Namun yang paling sering ditemui di Pulau Jawa adalah jenis Periplaneta Americana.
Seperti serangga lainnya, kecoa juga mengalami daur hidup (metamorphosis tidak sempurna) . Daur hidup kecoa terdiri dari tiga stadium yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya, kecoa memerlukan waktu kurang lebih tujuh bulan. Untuk stadium telur, kecoa membutuhkan waktu 30 – 40 hari sampai telur menetas. Telur kecoa diletakkan secara berkelompok. Kelompok telur kecoa dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30 telur. Oleh induk kecoa, kapsul telur diletakkan di tempat tersembunyi seperti sudut-sudut dan permukaan sekatan kayu dan dibiarkan sampai menetas. Namun ada beberapa jenis kecoa yang kapsul telurnya menempel pada ujung abdomen induknya sampai menetas.3 Peletakan kapsul kecoa bisa mencapai 30 – 86 kapsul per kecoa dengan interval 3 – 5 hari.
Sebuah kapsul telur yang telah dibuahi oleh kecoa jantan akan menghasilkan nimfa. Nimfa hidup bebas dan bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur biasanya berwarna putih. Dengan bertambahnya umur, warna ini akan berubah warna menjadi cokelat Seekor nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali sampai nimfa menjadi stadium dewasa. Dengan adanya sayap pada stadium dewasa, maka dapat menjadikan kecoa lebih bebas bergerak dan berpindah tempat.
sesuai dengan pengelompokkannya kedalam kelas insekta maka kecoa memiliki kai berjumlah tiga pasang kaki (hexapoda). Morfologi kecoa meliputi cephalo (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut). Seperti serangga lainnya kecoa memiliki eksoskeleton yang melapisi permukaan tubuhnya untuk membentuk dan menopang tubuhnya. Pada kepala terdapat antenna yang lebih penting dari mata majemuknya. Antenna berperan sebagai penyeimbang gerak dan pengenal lingkungan termasuk rasa, bau, dan bahkan mengetahui letak sumber air. Abdomen sebagai bagian terbesar, terdiri dari beberapa plate yang saling tumpang tindih sehingga Nampak seperti perisai tubuh. Otak kecoa bukanlah organ tunggal, melainkan seperti simpul saraf tunggal yang memanjang sepanjang tubuhnya (system sarag tangga tali). kecoa bernafas melalui sepuluh pasang lubang yang terdapat di bagian atas toraks. Kecoa memiliki sifat scavenger (pemakan bangkai) dan omnifora (pemakan hewan dan tumbuhan
lokomosi’a dikid bGD,,,
By: amalia on October 4, 2011
at 11:48 am