Posted by: nandito106 | May 7, 2009

Pemanfaatan kecipir sebagai Tempe

gambar-kecipir

kecipir

Kecipir merupakan salah satu tanaman dari suku polong-polongan (fabaceae) yang merupakan bagian dari ordo fabales. Di Indonesia pemanfaatan keicip masih sangat terbatas. Pada umumnya masyarakat Indonesia terutama masyrakat Jawa dan Sunda menggunakan kecipir hanya sebagai bahan sayuran atau dikonsumsi sebagai lalapan mentah. Oleh karena itu, pemanenan kecipir sering kali dilakukan pada saat buah kecipir masih muda. Kecipr yang sudah tua jarang sekali diolah menjadi sautu makanan. Kecipr tua lebih banyak dimanfaatkan untuk diambil
minyaknya. Kecipir memiliki kandungan nutrisi yanng tinggi. Jika dibandingkan dengan kedelai, kecipri memiliki kadar protein yang hampir sama. Kadar protein yang tinggi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan alternatif.

Pemanfaatan yang mungkin untuk dilakukan adalah dengan mengolah kecipir menjadai tempe. Tempe kecipir memiliki kandungan proetin hingga mencapai 14,5-17,5 gr/100 gr. Menurut penelitian dari university of Ilinois, bij dari kecipir tua memiliki kadar protein pada kisaran 29,3 hingga 39%Tempe kecipir sangat berpeluang untuk dikembangkan karena setiap tahunnya Indonesia menghasilkan. Menurut Pikiran Rakyat edisi Kamis 7 Oktober 2004, untuk setiap hektar lahan yang ditanami oleh kecipir, dapat dihasilkan 2380 kg sedangkan untuk kedelai dan kacang tanah hanya dapat dihasilkan masing-masing 900 kg serta 1000 kg.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: