Posted by: nandito106 | October 22, 2009

Mengobati Diare & Mencegah Dehidrasi Pada anak

diare

diare

Kebanyakan anak tetap mengkonsumsi makanan seperti biasanya termasuk susu  saat mereka terkena diare ringan. ASI tetap harus diberikan.  Jika bayi anda terlihat kembung atau ber-gas setelah minum susu sapi atau formula, hubungi dokter anak (DSA) diskusikan kemungkinan mengganti susu sementara. Cairan khusus umumnya tidak dibutuhkan untuk anak dengan gejala diare ringan.  Anak dengan gejala diare sedang dapat diawat di rumah dengan pengawasan ekstra, cairan khusus (spt diare), dan nasehat dari DSA. Biasanya DSA akan merekomendasikan berapa banyak cairan khusus yg diberikan & jarak pemberiannya. Selanjutnya, DSA akan mengevaluasi jenis makanan yg dapat dikonsumsi. Beberapa anak tidak dapat mencerna saat susu sapi mengalami diare. Mungkin saja DSA akan menganjurkan untuk tidak dikonsumsi dahulu. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) tetap harus diberikan.

Cairan khusus (oralit) telah dibuat sedemikian rupa untuk menggantikan cairan & garam elektrolit yg hilang selama diare. Cairan ini sangat bermanfaat sekali untuk perawatan diare ringan hingga diare sedang. Jangan membuat sendiri cairan ini. Takaran & kandungan dari oralit sangat kompleks. Akibatnya mungkin saja tanpa sengaja anda salah membuatnya. Gunakan cairan yang dibuat oleh beberapa perusahaan farmasi terpercaya. Contohnya jenis-jenis produk cairan rehidrasi yg umumnya terdapat di apotik, seperti :

•  Pedialyte (Ross Laboratories)

•  Infalyte (Mead Johnson Nutritionals)

•  ReVital (PTS Labs)

Cairan rehidrasi dg merek lain juga banyak tersedia & sama efektifnya. Tiap apotik atau toko obat memiliki cairan ini dengan berbagai merek. Tanyakan pada apoteker jika anda butuh bantuan.  Jika anak sedang tidak muntah, cairan ini dapat digunakan rutin hingga jumlah urine (air seni) anak kembali normal.  Jika anak mengalami dehidrasi berat, ia membutuhkan cairan melalui infus (IV) di UGD RS selama beberapa jam untuk mengembalikan kondisinya dari dehidrasi.  Umumnya rawat inap tidak diperlukan. Segera hubungi DSA untuk mendapatkan saran mengenai perawatan jika gejala dehidrasi berat terjadi. Di lain pihak, diare akan hilang dengan sendirinya. Namun perhatikan hal-hal di bawah ini.Ingatlah selalu hal-hal yg boleh dan tidak boleh anda lakukan :

LAKUKAN / DO

•   Perhatikan tanda-tanda dehidrasi, terutama saat anak kehilangan banyak cairan dan jadi kekurangan cairan. Tanda-tanda dehidrasi berat seperti : frekuensi BAK  yg menurun, saat menangis tidak ada air mata, demam tinggi, rongga mulut kering berat badan turun, haus luar biasa, lemas luar biasa, dan mata cekung.

•   Informasikan segera DSA jika ada perubahan signifikan dari perilaku anak. Seperti, tidur yang tidak dapat dibangunkan.

•   Laporkan jika terdapat darah dalam tinja anak.

•   Laporkan jika suhu anak saat demam meningkat (lebih dari 102ºF or 39ºC).

•   Anak tetap diberi makan saat ia sedang tidak muntah. Berikan dalam porsi sedikit  dari biasanya. Juga berikan makanan yang tidak membuat perutnya makin parah.

•    Gunakan cairan rehidrasi yang dibuat khusus untuk menggantikan cairan tubuh yg  hilang, terutama jika anak haus.

JANGAN LAKUKAN / DON’T

•   Membuat cairan rehidrasi (oralit) sendiri, kecuali atas petunjuk & instruksi dari DSA dan anda memiliki alat-alatnya.

•   Melarang anak untuk makan saat ia lapar.

•   Menggunakan susu yg direbus atau kaldu/sup yg asin.

•   Menggunakan obat “anti-diare” (kecuali atas instruksi DSA).

Thanks to :

American Academy of Pediatrics


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: