Posted by: nandito106 | February 15, 2010

Tanpa gangguan alamiah, hutan tidak dapat beregenerasi

Hutan Alami

Hutan alamiah dunia tidak dapat beregenerasi tanpa adanya gangguan alamiah yang terjadi secara meluas, seperti: kebakaran hutan, penumpukan es, atau aktivitas vulkanik. Demikian pendapat para ilmuwan, seperti dilaporkan mereka dalam Jurnal Science, 21 Juni 2004. Ketidakmampuan regenerasi tersebut berkaitan dengan kurangnya kadar fosfor yang secara alamiah berperan penting untuk regenerasi ekosistem hutan tersebut.

Para ilmuwan tersebut adalah David Wardle dari Departemen Ekologi Vegetasi Hutan, Universitas Ilmu-ilmu Pertanian Swedia (SLU), Richard Bardgett dari Universitas Lancaster, Inggris, dan Lawrence Walker dari Universitas Nevada, Amerika. Para ilmuwan ini meneliti hutan di enam lokasi yang berbeda-beda di seluruh dunia. Usia lapisan tanah yang diteliti tersebut bervariasi dari yang masih sangat muda hingga beberapa ratus tahun. Para ilmuwan menemukan, di enam lokasi tersebut, pertumbuhan hutan di lapisan tanah yang berusia lebih tua ternyata kurang baik, dalam arti kurang dapat beregenerasi. Hal ini disebabkan oleh sangat terbatasnya akses terhadap fosfor, dibandingkan dengan akses terhadap nitrogen, yang dapat diserap oleh tumbuhan tersebut.

Ketika lapisan tanah menua, fosfor yang tersedia menjadi semakin sedikit bagi tumbuhan hutan. Hal ini terutama disebabkan karena fosfor tidak dapat terbentuk secara alamiah pada lapisan tanah, dan tidak dapat diserap oleh tumbuhan hutan dengan cara lainnya. Kebalikannya, nitrogen pada lapisan tanah dapat diperbaharui secara alamiah, dengan bantuan fungi berukuran mikroskopis dan bakteria tanah lainnya, yang dapat mengubah nitrogen yang ada di udara sehingga menjadi dapat diserap oleh tumbuhan. Para ilmuwan menemukan kekurangan fosfor pada lapisan tanah juga mengakibatkan menurunnya jumlah, aktifitas dan kemampuan organisme mikroskopis untuk menguraikan unsur-unsur hara dari tanah.

Mereka kemudian menyimpulkan, gangguan alamiah berskala luas sebenarnya secara alamiah diperlukan dalam rangka regenerasi ekosistem hutan. Jika gangguan alamiah berskala luas tersebut tidak terjadi, tanah lama-kelamaan akan menjadi tidak subur. Tanah kemudian akan menjadi tidak dapat menyediakan unsur-unsur yang diperlukan oleh ekosistem hutan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: