Posted by: nandito106 | April 19, 2011

Kombianasi Pupuk Organik dan Pupuk Hayati sebagai Pupuk Organik Plus

Pupuk Organik Granul

Satu tahun belakangan ini, pupuk organik mulai ramai diperbincangkan baik itu kalangan petani, masyarakat, maupun pemerintah. Pencanangan Go-Organik pada tahun 2010 adalah inisiasi munculnya gerakan kesadaran masyarakat dan pemerintah akan pentingnya kesehatan dan pelestarian alam dengan menggunakan organik pada tanaman. Bahan-bahan organik ini banyak disebut sebagai kompos atau kalangan petani lebih mengenalnya sebagai pupuk organik.

Dalam Permentan No.2/Pert/Hk.060/2/2006, Pupuk organik merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya; nilai C-organik itulah yang menjadi pembeda dengan pupuk anorganik. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. Pembenah tanah atau soil ameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami, organik atau mineral. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota.

Selain pupuk organik, dikenal juga pupuk hayati, Istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok fungsional mikroba tanah yang dapat berfungsi sebagai penyedia hara dalam tanah, sehingga dapat tersedia bagi tanaman. Mikroba tanah ini dapat berupa   dari kalangan bakteri, aktinomiset, dan jamur yang berperan sebagai organisme yang berfungsi untuk menambat hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Memfasilitasi tersedianya hara ini dapat berlangsung melalui peningkatan akses tanaman terhadap hara misalnya oleh cendawan mikoriza arbuskuler, pelarutan oleh mikroba pelarut fosfat, maupun perombakan oleh fungi, aktinomiset atau cacing tanah. Penyediaan hara ini berlangsung melalui hubungan simbiotis atau nonsimbiotis.

                Setelah saya meninjau di lapangan, ternyata pupuk organik di pasaran beranekaragam baik itu dari  jenis, bentuk, dan bahan bakunya. Pada umumnya pupuk organik berbentuk padatan berupa granular atau serbuk, sedangkan pupuk hayati pada umumnya berbentuk cair. Bahan baku pupuk padatan yang paling umum dijumpai di pasaran adalah bahan baku dari kotoran sapi yang sudah di komposkan, hal ini dikarenakan bahan bakunya yang masih relatif mudah didapatkan.

                Pupuk organik padat akan sangat baik jika dikombinasikan dengan pupuk hayati yang berbentuk cair, karena kita tidak hanya mensuplai bahan baku organik tetapi juga menyediakan organisme fungsional yang nantinya bisa berguna pada proses aplikasinya. Kombinasi ini akan sangat baik lagi jika pada proses pembuatannya juga diperhatikan. Pada umumnya produsen pupuk organik padatan skala besar (pabrikan) memproduksi pupuk organik dengan proses pemanasan (dyer) pada proses pengeringan pupuk dengan suhu yang cukup tinggi. Pada dasarnya dengan asumsi pemanasan yang tinggi, maka mikroorganisme patogen dan gulma di dalam pupuk akan mati, tapi satu hal yang perlu diperhatikan bahwa dapat dipastikan mikroorganisme yang menguntungkan juga akan mati. Oleh sebab itu pengaturan suhu sangat diperlukan pada saat proses granulasi dan dryer untuk menjaga mikroba yang menguntungkan tidak mati. Selain itu kadar air pupuk perlu dijaga agar pada saat pengemasan dan penumpukan pupuk tidak hancur atau lengket. Meski pada dasarnya semakin besar kadar air suatu pupuk akan semakin baik, karena mikroorganisme di dalamnya dapat hidup dengan baik, namun jika kita melihat secara komersil, bentuknya sangat tidak aplikatif.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: